fbpx

Prosess KPR [Kredit Perumahan Rakyat] dan Perbandingan suku bunga

Prosess KPR [Kredit Perumahan Rakyat] dan Perbandingan suku bunga

Dalam memilih pembiayaan kredit kepemilikan rumah, penting untuk mengetahui Prosess Kpr [Kerdit Perumahan Rakyat] dan Perbandingan Suku bunga antar bank.  Dan biaya biaya lain yang timbul pada saat mengajukan kPR agar tidak terjebak dengan bunga yang tinggi dan biaya pelunasan yang memberatkan.

Harga rumah yang kian naik dari tahun ke tahun membuat sebagian besar orang kesulitan dalam memiliki rumah tinggal. Untuk mengatasi permasalahan ini, pihak perbankan memberikan pinjaman kredit kepemilikan rumah. [KPR]

Kredit kepemilikan rumah merupakan alternative pembayaran yang dapat kita gunakan untuk mendanai properti dan investsasi kita baik itu perumahan, apartment, tanah maupun komersial.

Penting bagi kita mencermati prosess Kredit perumahan [KPR] dan perbedaan suku bunga antar bank dan biaya yang timbul saat melakukan KPR. Setiap bank memiliki kebijakan dan aturan yang berbeda.

PERSYARATAN UNTUK MENGAJUKAN KPR

Prosess KPR [Kredit Perumahan Rakyat] dan Perbandingan suku bunga

Sebelum mengajukan keredit Kepemilikan rumah penting untuk menyiapkan segala dokumen yang dibutuhkan seperti:

KTP suami dan istri [jika sudah menikah], Kartu Keluarga, NPWP, surat keterangan kerja dan SLip Gaji [jika pegawai] dan mutasi rekening pribadi 3 bulan terakhir.

Dokumen Rumah yang hendak dijadikan jaminan:

Foto copy sertifikad rumah [SHM / SHGB]
Izin mendirikan bangunan [IMB]
Copy Pbb tahun terakhir

Jika rumah yang dijual masih PPJB dengan Developer, ada beberapa persyaratan tambahan:

  • Bank yang dapat memberikan pinjaman adalah bank yang telah menjalin kerja sama dengan developer yang bersangkutan.
  • Rumah yang dibangun oleh developer yang bersangkutan harus sudah memiliki sertifikad [sudah pecah sertifikad]
  • fotocopy PPJB [Pengikatan perjanjian Jual beli]
  • Fotocopy sertifikad rumah yang masih atas nama developer
  • Fotocopy IMB [Izin Mendirikan Bangunan

Berikut Ini Tahapan Kredit KPR

Setelah menyiapkan kelengkapan dokument seperti yang telah disebutkan diatas. Berikut ini adalah tahapan Kredit Kepemilikan Rumah dari awal hingga akhir.

  • Uang tanda Jadi
    Umumnya baik rumah second dan primary sama sama membutuhkan tanda jadi. Besarannya tergantung masing masing pihak. Umumnya antara Rp. 25,000,000,- hingga Rp. 50,000,000,-
  • DownPayment
    Pada rumah primary yang dijual oleh developer besaran uang muka sudah ditentukan dan tergantung program yang sedang berlangsung antara developer dengan pihak bank.

Untuk Secondary, umumnya besaran uang muka 20%. Biasanya Bank akan memberikan penilaian terhadap properti yang ingin dijaminkan. Pada tahap ini pihak bank pemberi pinjaman akan menurunkan team Appraisal.

Untuk unit secondary, pemberian down payment kepada pemilik rumah diberikan setelah SPK [Surat Pernyataan Kredit] sudah turun.

Setelah hasil appraisal keluar, maka bank akan menilai kelayakan dan kemampuan bayar dari debitur. Semakin kredible maka nilai pinjaman bisa dimaksimalkan.

  • Appraisal
    Setelah semua kelengkapan dokument diserahkan kepada bank pemberi kredit. Maka pihak bank akan menjalankan BI Checking [Riwayat keuangan debitur]. Setelah debitur dinyatakan lolos dari BI Checking, maka pihak bank akan menurunkan team appraisal.

Pada tahapan ini debitur akan dikenakan biaya appraisal. Besarannya berbeda beda setiap banknya. Mulai dari Rp. 500,000,- hingga Rp. 2,000,000,-. Biasanya dilihat dari nilai Properti Jaminan.

  • SPK [Surat Pernyataan Kredit]
    Setelah team appraisal memberikan hasil kepada pihak bank, maka bank akan menilai kelayakan kredit debitur dari mutasi rekening dan kemampuan pembayaran pinjaman.

Umumnya tenggang waktu yang dibutuhkan antar bank berbeda. Mulai dari 7 Hari kerja sampai dengan 14 hari kerja dari hasil apparaisal.

Pada saat Kredit disetujui, bank akan memberitahu debitur melalui sms, telephone dan email.

  • Tanda Tangan Akad keredit
    Setelah Kredit disetujui oleh pihak bank, maka penjual pembeli sudah harus melaksanakan kewajibannya sebelum ditandatangani akad kredit.

Kewajiban Penjual:
Menyetorkan pajak penjual ke kas negara. Besarannya dihitung dari nilai NJOP [biasanya nilai NJOP tahun berjalan dinaikan 30% sampai dengan 50%]

COntoh: NJOP tanah dan bangunan yang hendak dibeli adalah Rp. 2,000,000,000,-. Maka perhitungan pajak penjualnya adalah
2,5% X NJOP +50% [Rp. 3,000,000,000,-] =Rp. 75,000,000,-.

Penjual juga harus melunasi semua PBB yang bersangkutan dengan rumah tersebut sampai tahun terakhir sebelum dilakukan akad kredit.

Kewajiban Pembeli:
Menyetorkan Pajak pembeli ke kas negara. Besaranya sama seperti penjual. Dihitung dari nilai NJOP tahun berjalan. Umumnya Nilai NJOP dinaikan sekitar 30% hingga 50%.

Contoh : Njop tahun berjalan Rp. 2,000,000,000,-
5% X NJOP+50% [Rp. 3,000,000,000,-]= Rp. 150,000,000,-

CERMATI BIAYA YANG TIMBUL SEBELUM AKAD KREDIT

Prosess KPR [Kredit Perumahan Rakyat] dan Perbandingan suku bunga
  • Biaya Notaris
    Hal ini menyangkup: jasa notaris, biaya balik nama, biaya pengecekan sertifikad, Biaya akta jual beli dan bea balik nama, biaya oerjanjian kredit dan biaya APHT [Akta Pembebanan Hak Tanggunan]

Umumnya Besaran biaya notaris dihitung dari nilai jaminan yang biasanya akan diberikan oleh bank pemberi kredit.

  • Biaya Provisi
    Biaya provisi umumnya akan dibebankan kepada debitur. Biaya provisi harus sudah dilunasi sebelum melaksanakan APHT. Besarannya mulai dari 1% hingga 1,5%.

Tergantung dari kebijakan masing masing bank yang berlaku. Biaya tersebut dihitung dari nilai pinjaman yang telah disetujui.

Contoh: Nilai pinjaman yang disetujui adalah Rp. 3,000,000,000,- maka provisi yang harus dilunasi adalah:
1% X Rp. 3,000,000,000,- = Rp. 30,000,000,-

  • Biaya Asuransi Jiwa
    Hal ini diwajibkan untuk beberapa bank. Ini dilakukan pihak bank untuk meminimalis resiko atas pinjaman debitur.

Apabila debitur meninggal dunia, maka Ada Asuransi jiwa yang mengcover pinjaman sehingga dapat meringankan beban ahli waris. Umumnya Asuransi jiwa yang dibebankan sesuai dengan masa pinjaman KPR.

  • Biaya Asuransi Rumah
    Sama halnya dengan asuransi jiwa, Bank akan mengenakan biaya asuransi tambahan untuk meminimalkan resiko kredit.

Umumnya asuransi rumah akan mengcover kerusakan akibat bencana alam, kebakaran, kerusuhan dan lain sebagainya. Umumnya biaya yang dikenakan untuk asuransi rumah perminya tidak semahal asuransi jiwa

Perbandingan Bunga KPR "Fixed rate atau Floating Rate"

Dalam mengajuakn pinjaman kredit kepemilikan rumah, baiknya kita cermati dahulu perbedaan antara fixed rate dan floating rate.

  • Bunga fixed

menerapkan sistem perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada poko hutang. Pada bunga Fixed besaran cicilan yang dibayarkan debitur kepada pihak bank penjamin nilainya tetap dan tidak berubah.

Umumnya tergantung program yang diambil debitur. ada yang fixed selama 3 tahun pertama dan ada yang fixed selama 5 tahun pertama.

Keuntungan dengan bunga fixed rate adalah debitur tidak perlu khawatir akan besaran cicilan setiap bulannya. Nilainya akan selalu sama walaupun ada kenaikan suku bunga.

Kelemahanya menggunakan Fixed rate, Tidak diperbolehkan melunasi pinjaman pada masa fixed rate. Jika mau dilunasi maka akan dikenakan penalty yang cukup tinggi.

Besaran penalty tergantung dari masa fixed dan pihak bank penjamin. Umumnya di kisaran 5%.

Kelemahan lainnya adalah jika terjadi penurunann suku bunga oleh SBI. Biasanya pihak bank juga akan menurunkan suku bunga pinjaman. Pada bunga fixed rate, debitur tidak dapat merasakan penurunan bunga.

  • Floating Rate

Merupakan kebalikan dari fixed rate dimana suku bunga yang berlaku mengikuti bunga pasar yang berlaku. Jika ada pergerakan penurunan dan kenaikan maka akan berpengaruh terhadap cicilan bulanan yang berlaku.

Keuntungan dan kekurangannya adalah pada tinggkat suku bunga yang berlaku. Jika terjadi penurunan suku bunga SBi maka debitur dapat langsung menikmatinya, Cicilan bulanan akan menjadi lebih rendah.

Begitu juga sebaliknya. jika ada kenaikan SBI maka debitur langsung merasakan dampaknya pada cicilan bulanan.

Keuntungan lainya adalah jika debitur melakukan pelunasan lebih cepat, umumnya penalty yang dikenakan bank lebih rendah dibanding kan pada masa fixed rate.

Besaran penalty yang dkenakan antara 2% hingga 3%. tergantung dari kebijakan bank masing masing.

Prosess KPR [Kredit Perumahan Rakyat] dan Perbandingan suku bunga

 

Dengan mengetahui poress KPR dan biaya yang timbul, maka akan memudahkan proses pembelian rumah dan kita menjadi lebih cermat dalam memilih Bank yang tepat untuk membiayai rumah yang kita inginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
%d bloggers like this: