fbpx

Reaksi alami tubuh dalam menjalankan detox dan cara melakukannya

Mungkin kata detox sudah tidak asing dimata kita semua. Bagi sebagian orang yang belum pernah menjalankan detox, pahamilah bagaimana Reaksi alami tubuh dalam menjalankan detox dan cara melakukannya. berikut ini ulasan lengkapnya.

Ini Reaksi Badan Kala Diet Detoks

Terasa pusing serta mual dikala awal melakuan diet detoks? Jangan panik dan risau serta langsung berasumsi Anda gak bisa menekuni diet ini. Ahli nutrisi diet detoks Andang W Gunawan mengemukakan, reaksi tersebut merupakan hal lumrah yang terjadi di saat badan baru memulai Detox.

Menurut Andang, reaksi diet detoks ini memang kerap kali membuat  banyak orang yang baru memulainya kaget. Sehingga banyak dari mereka yang berhenti di tahap awal Detox dan kembali pada pola makan awal yang tidak sehat.

Sebenarnya, reaksi yang dialami tubuh pada tahap awal merupakan prosess pengeluaran racun dan zat lainnya yang berbahaya bagi tubuh, sehingga badan mulai menyembuhkan dirinya sendiri. Inilah yang dinamakan healing Crises. apabila kita sering menjalankan program detoks, Tubuh akan tetap mengeluarkan reaksi, Namun bila badan kita sudah terbiasa, maka reaksi yang timbul tidak terlalu dirasakan.

Dalam bukunya yang berjudul, ” Detoks dan Trik Alami mengeluarkan racun Dalam Badan ” , Andang memaparkan kalau reaksi yang dialami setiap orang bisa saja berbeda beda. Dimulai dari warna urine lebih keruh serta baunya lebih menyengat. Biasanya reaksi ini dialami oleh orang yang sebelumnya sering mengkonsumsi obat obatan untuk mengobati penyakit. Sehingga zat kimia yang diakibatkan oleh obat terbuang keluar bersama kotoran dan urine. Reaksi lain biasanya feses menjadi hitam pekat dan berlendir, khususnya bagi yang menjalankan detox lebih dari 25 hari.

Dengan melakukan Detox yang lebih panjang, badan akan mengeluarkan feses dari sel yang terdalam. Selain bentuk dan warnanya yang lebih pekat, Umumnya badan juga akan mengeluarkan angina dengan bau yang sangat busuk.

Tidak hanya itu, kerap kali badan juga merasakan ngilu pada sendi sampai batuk-batuk dan pilek. Pada tahap awal melaksankkan program detox, yang paling sering dialami adalah munculnya rasa lapar yang luar biasa. Tetapi, perasaan lapar yg terlalu berlebih umumnya akan hilang setelah 3 hari pertama menjalankan program Detox.

Reaksi yang dialami tubuh setelah memasuki fase 3 hari pertama, badan mulai melakukan prosess detoxifikasi dimana semua racun dan zat beracun lainnya mulai dikeluarkan dari dalam tubuh.

Jadi, usahakan agar program detox tidak berhenti di hari ke tiga. Disaat reaksi itu berlangsung, minumlah banyak air putih, serta hindari fisik yg terlalu berlebih seperti olah-raga.

Jangan sampai anda langsung tergoda dengan makanan berlemak seperti daging daginan dan nasi. Usahakan selalu agar  beristirahat pada tempat yg memiliki aliran udara yang baik dan sejuk. Menurut Andang, reaksi ini bakal berlangsung pada fase awal saja.  Biasanya setelah melewati hal tersebut badan akan mulai memiliki energy yang berlebih serta lebih kuat dan tidak gampang ngantuk di siang hari.

Namun, apabila reaksi yang nada rasakan pada fase awal masih berlanjut, dan tidak berhenti dalam dua minggu, baiknya anda komunikasikan ke pakar nutrisi yg kuasai detoks. Menurut Andang, dibutuh kesabaran agar semua racun pada tubuh dapat dikeluarkan semua. Toxin yang sudah lama terbentuk dan mengendap didalam tubuh memerlukan waktu agar bias dikeluarkan oleh badan.

Detoks sendiri sebenarnya sama dengan dengan puasa dengan mengubah pola makan dan asupan nutrisi .Program detox biasanya dijalankan dengan pola tertentu mulai dari 7 hari, 14 hari, 20 hari sampai dengan 40 hari.  Umumnya tubuh hanya diperbolehkan untuk mengkonsumsi buah buahan dan sayuran. Toksin yg menumpuk pada badan akan berada dalam darah dan getah bening. Apabila dibiarkan mengendap dan tidak dikeluarkan, maka dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan jaringan sel dimana hal ini dapat menyebabkan penyakit kritis.

Kenapa Orang Yang Hidup Di Jaman Moderen  Membutuhkan Detoks?

Reaksi alami tubuh dalam menjalankan detox dan cara melakukannya
Reaksi alami tubuh dalam menjalankan detox dan cara melakukannya

Pada prinsipnya badan kita sudah memiliki caranya sendiri dalam mengeluarkan toksin dari dalam tubuh. Namun kita perlu menjadi lebih sadar serta melakukan upaya lebih agar tubuh menjadi lebih optimal dalam mengeluarkan toxin. Hidup di era modern, kita banyak mengkonsumsi racun baik yang disengaja dan tidak sengaja.

Lingkungan perkotaan dengan budaya yang serba modern, membuat kita sering mendapati diri dikelilingi dengan zat beracun yang membahayakan tubuh. Di mulai Dari lingkungan yang dipadati dengan kendaraan bermotor hingga mengakibatkan polusi udara. Belum lagi tingkat kesibukan yang tinggi menyebabkan kita mengkonsumsi Makanan cepat saji atau Makanan yang mengandung bahan pengawet seperti mie instan.

Buah serta sayur yang fresh memang lebih sehat ketimbang makanan kalengan. Namun di jaman yang serba instant dan cepat, beberapa sayur serta buah fresh telah diberikan zat kimiawi tambahan berupa pestisida. Begitu juga dengan Daging sapi, ayam, maupun ikan bayak yang telah mengandung zat beracun. Biasanya banyak produsen daging telah menambahkan zat tambahan pada produk mereka.

Riani Susanto yang merupakan pelaku gizi lulusan United State yang mendalami detoksifikasi memaparkan bahwa “Penggunaan zat kimia pestisida meningkat pesat. Dimana pada era 50 an jumlah pestisida yang diggunakan adalah 50 juta kg per tahun. Pada saat sekarang ini jumlah penggunaan pestisida meningkat menjadi 2,5 miliar per tahun. Ditambah dengan Zat pestisida yang digunakan saat ini 10 kali lebih beracun dibandingkan pada tahun 1950”.

Sekarang ini telah terdapat lebih dari 80 ribu macam model pestisida.  Dimana 10 persen diantaranya merupakan zat yang dapat merangsang bertumbuhnya sell kanker pada tubuh. Jika melihat angka kematian yang disebabkan oleh penyakit kanker, maka tidak mengherankan apabila angka kematian kanker meningkat pesat di Amerika.

Gampang terserang penyakit

Reaksi alami tubuh dalam menjalankan detox dan cara melakukannya
Reaksi alami tubuh dalam menjalankan detox dan cara melakukannya

Kita merupakan generasi yg sangat rentan terhadap bahan kimia serta toksin sepanjang sejarah. Generasi sekarang banyak mengkonsumsi gula, steroid, alcohol, nikotin, pengawet dan zat mematikan lainnya.

Lantaran semakin banyaknya tubuh mengkonsumsi Makanan dan minuman yang menganding zat beracun, maka kemampuan alami tubuh dalam melakukan detoksifikasi menjadi tergangu. Dikarenakan fungsi hati yang bekerja extra dalam mengeluarkan racun menjadi terlalu lelah.

Ada beberapa indikator yang diberikan tubuh apabila badan menyimpan banyak toxin. Beberapa diantaranya adalah: berat badan bertambah, sering sakit kepala, sariawan, sembelit, kulit terlihat kusam, bau mulut. Tentunya hal tersebut tidak bias di angap remeh.

Menumpuknya toksin dalam tubuh menyebabkan system immune dalam tubuh menjadi tergangu. Oleh Karena itu, setiap penyakit yang menghampiri tubuh membuat badan kita tidak bisa melakukan perlawanan secara maksimal. Dengan menjalankan proses detoksifikasi maka kita meringankan kerja hati dan membantu badan melakukan perbaikan dirinya sendiri.

Terus bagaimana prosedur kerja detoksifikasi itu?

“Pada umumnya, detoks itu merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mengubah pola makan dengan cara menghentikan sementara konsumsi Makanan yang diyakini mengandung toxic atau zat beracun seperti yang terdapat pada daging, susu, gula dan lain sebagainya. Biasanya diawali dengan puasa diikuti dengan hanya mengkonsumsi jus segar dan sayuran yang fresh dan air putih”. Kutipan dari ahli gizi Mayo Clinic USA, Jennifer Nelson.

Dia lebih menganjurkan agar tubuh mendapatkan gizi seimbang yg banyak terdapat dalam sayuran, buah, biji-bijian, daging segar tanpa lemak. Dia juga menyarankan agar diimbangi dengan olahraga yang teratur agar prosess pembuangan racun dalam tubuh menjadi lebih maksimal. Untuk mengetahui Program Detox bisa baca juga artikel ini “Apa itu Smart Detox kenapa banyak yang menggunakannya?”.

Bagaimana Cara Detox Membuat kita Awet Muda.

Menjalankan pola hidup yang tidak sehat membuat kita rentan terhadap beragam penyakit. Cara terbaik agar kita terhindar dari penyakit adalah dengan memperhatikan pola makan dengan gizi seimbang. Detox dipercaya sebagai cara terampuh untuk mengeluarkan toxic beracun yang menempel didalam tubuh. Melalui proses detoksifikasi selain tubuh mengeluarkan zat beracun, detox juga membuat metabolisme tubuh menjadi lebih optimal.

Dikarenakan kerja organ menjadi lebih ringan, Detox juga membuat produksi HGH [Human Growth Hormone] dalam tubuh meningkat sampai dengan 2000% bagi pria dan 1300% bagi wanita. Hal inilah yang membuat sel dalam tubuh melakukan regenerasi lebih cepat dan membuat kulit kita lebih fresh dan menunda penuaan dini, sehingga membuat kita awet muda.

Dalam melakukan detox, penting agar selalu memperhatikan nutrisi. Buah dan sayuran ditambah dengan supplement, akan membantu mempercepat tubuh mengeluarkan zat beracun yang slama ini tersimpan di dalam aliran darah dan organ tubuh.

Cara lain dalam merampingkan tubuh melalui Diet Keto, yuk simak ulasannya “Diet Keto adalah pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares