fbpx

Strategi Dan Tips Untuk Meraih Kekayaan Dengan Investasi Properti

Memasuki kondisi tigh market dan tahun politik merupakan saat yang tepat dalam berinvestasi di property. Berikut ini strategi dan tips untuk meraih kekayaan dengan investasi properti.

Ada empat element yang dapat meningkatkan kekayaan dengan investasi property.

  • Membeli, menahan, menukar dan menjual suatu property dengan timming yang tepat
  • Lokasi investasi property haruslah berada di lokasi yang prospektif
  • Pilih property tertentu yang memberikan nilai investasi yang maksimal
  • Pembiayaan yang kreatif

Tentu keempat hal diatas harus diimbangi dengan pengalaman dan pembelajaran dari para pakar. Banyak orang yang gagal berinvestasi di property dikarenakan faktor ikut ikutan dalam berspekulasi dalam membeli properti.

Beli, Tahan, Tukar dan Jual Pada timming Yang Tepat.

Strategi Dan Tips Untuk Meraih Kekayaan Dengan Investasi Properti

Kemampuan utama yang dibutuhkan agar dapat meraih keuntungan dalam investasi property adalah memprediksi pasar dalam memilih waktu kapan harus berinvestasi di property. Kemampuan dalam melihat tren property mulai dari 5 hingga 10 tahun mendatang merupakan hal terpenting dalam berinvestasi dibidang property.

Agar dapat memahami kapan waktu yang tepat untuk membeli, menahan dan menjual suatu properti penting agar kita semua memahami siklus property  dan tingkat suku bunga. Kita juga harus bisa memprediksi pola gelombang siklus property.

Strategi Dan Tips Untuk Meraih Kekayaan Dengan Investasi Properti

Empat Siklus Dasar Properti

Soft Market

Seller Market

Weak Market

Buyers Market

Diantara keempatnya diatas, ada dua yang merupakan gelombang musim yang cukup dikenal yaitu Seller Market (Boom) dan Buyer Market ( Menurun tajam). Pada seller market umumnya ditandai dengan banyaknya calon pembeli property. Dimana Buyer Market merupakan kebalikannya, Harga turun dan pembeli sedikit.

Weak market merupakan transisi antara gelombang seller market menuju buyers market. Sedangkan Soft market adalah transisi dari buyers market menuju seller market.

Dampak Siklus Terhadap Pasar Property.

Penting untuk memahami siklus property berdasarkan demography. Setiap kawasan memiliki pengaruh yang berbeda. Gelombang perubahan pada satu lingkungan memiliki tren naik atau turun yang cukup signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh kestabilan ekonomi di satu kawasan tersebut.

Membeli Properti Di Saat Buyers Market

Buy at the lowest price and sell at the highest price. Buyer market merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di satu property. Harga sedang pada tahap terendah tahan property dan jual kembali saat seller market.

Strategi Dan Tips Untuk Meraih Kekayaan Dengan Investasi Properti

Tanda – tanda buyers market: inflasi, suku bunga tinggi. Kondisi seperti ini umumnya banyak orang yang ingin melepas asetnya untuk mendapatkan dana segar yang mereka butuhkan untuk perputaran bisnisnya. Pada kondisi ini daya beli menurun. “Cash Is The King”

Umumnya kondisi seperti ini sangat jarang orang yang ingin membeli property. Inilah momentumnya, beli di saat harga sedang merosot dan di saat orang lain tidak menginginkan property tersebut. Tahan property tersebut dan jual kembali di saat seller market.

Membeli Produk Developer Saat Launching

Beli Pada saat kondisi soft market tepat sebelum memasuki kondisi sellers market dan pada saat launching. Umumnya property masih dalalm tahap konstruksi. Pada saat ini kita berkesempatan untuk mendapatkan harga perdana (early Bird).

Umumnya membeli produk developer saat soft market kita bisa mendapatkan capital gain sebesar 10 hingga 20% dalam setahun. Umumnya keuntungan yang didapat saat serah terima kunci adalah kisaran 20 higga 30%.

Case Study: Apartement Mediterania Tanjung Duren Launcing 2002. Harga perdana saat itu adalah IDR. 142 Juta. Pada saat serah terima kunci tahun 2004 Harganya menyentuh IDR. 182 juta. Tahun 2007 unit second yang dijual kisaran IDR. 180 Juta hingga IDR. 210 Juta.

Penting untuk mengetahui dan memahami siklus gelombang properti. Hal ini sangat menetukan untung atau ruginya investasi properti kita. 

Menahan Properti Selama Lebih Dari 5 Tahun

Membeli properti saat Buyer market merupakan timming yang tepat untuk menahan properti. Kondisi saat buyer merket umumnya harga proeprti sedang tertekan. 

Tujuan ivestasi properti adalah memiliki nilai capital gain yang tinggi. Banyak sejarah membuktikan dengan menahan properti lebih dari lima tahun dapat memberikan nilai akumulasi kekayaan yang tidak terduga. Namun apabila kawasan yang diinvestasikan tidak efektif, maka properti tersebut dapat dijual.

Menjual Properti Saat Seller Market

Rumah Cluster Murah di Jagakarsa, JL M Khafi 1 Residences 88

Di saat suku bunga sudah turun dan Inflasi berada pada titik yang rendah ini merupakan ciri dari seller Market. Dimana suku bunga BI rate rendah dan suku bunga KPR juga rendah.

Di sini lah saat properti mulai masuk ke fase booming. Pada titik ini uang yang beredar di pasar melimpah. “Uang akan mencari barang”. Inilah momentum untuk menjual properti. Pembeli meningkat akan menyeret harga properti.

Soft Market

Apabila anda memiliki properti yang diperkirakan harganya tidak dapat meningkat lagi. Maka Fase soft market dapat anda manfaatkan untuk menukar properti ke kawasan lain yang lebih menjanjikan.

Misalnya dalalm 5 tahun terakhir kenaikan harga properti per tahun di angka 15%, namun untuk tahun -tahun berikutnya anda memprediksi harganya tidak akan bisa mencapai 15% per tahunnya dikarenakan supplynya terus bertambah.

Maka anda bisa mempertimbangkan untuk menjualnya dan mencari kawasan lain yang dapat memberikan anda pertumbuhan 15% per tahun.

Pilih Lokasi Yang Prospeknya Bagus

Lokasi lokasi dan lokasi itulah yang merupakan faktor penentu dalam investasi properti. Sebelum memutuskan berinvestasi di satu kawasan. Ada baiknya anda pahami karakter dan lingkungan yang akan anda jadikan sarana investasi.

Hal yang harus diperhatikan adalah: perekonomian di kawasan tersebut, aktifitas pasar properti di kawasan tersebut, ada tidaknya migrasi penduduk di kawasan tersebut. Perhatikan juga infrastukturnya, fasilitas umum dan lain sebagainya.

Juka faktor pendukung diatas cukup memadai dan lengkap maka tidak diragukan lagi akan potensi kenaikan harga properti di kawasan tersebut.

Lokasi Yang Baik Adalah Yang Merupakan Tujuan Migrasi Penduduk

Yang perlu diperhatikan dalam memilih satu lokasi untuk investasi properti adalah migrasi penduduk. Apakah lokasi tersebut merupakan tujuan perpindahan penduduk atau kebalikannya. 

Jika suatu lokasi menjadi tujuan utama manusia untuk menggantungkan hidup maka properti di kawasan tersebut akan memiliki daya tarik untuk menarik rumah tangga penduduk baru.

Strategi Dan Tips Untuk Meraih Kekayaan Dengan Investasi Properti

Contohnya adalah: Kelapa Gading, Gading Serpong, Depok. Ada juga kawasan yang memiliki iklim yang bersahabat sehingga menarik golongan tertentu untuk tinggal di lingkungan tersebut seperti: Cibubur dan Bogor.

Pentingnya Perekonomian Lokal Dalam Mendorong Laju Properti.

Jika satu lokasi memiliki tingkat pengganguran yang tinggi maka akan menghambat laju pertumbuhan properti dikawasan tersebut. Dengan terciptanya lapangan pekerjaan maka akan meningkatkan kebutuhan masyarakat sekitar akan properti

Dimana dampaknya adalah kenaikan nilai properti dikawasan tersebut. Hal ini ditandakan dengan pusat aktifitas yang berbasis ekonomi disatu kawasan seperti: pusat perdaganan, Jasa, perkantoran, tempat hiburan dan Sarana pendidikan.

Semakin berkembagnya prasarana dan fasilitas di atas semakin tinggi prospeknya dan akan menarik minat orang untuk bekerja dan tinggal di kawasan tersebut.

Memilih Pembiayaan Yang Tepat

Membeli properti tentu harus disiapkan secara matang. Tentu bagi anda yang memiliki cash dapat memilih cara bayar cash keras dengan pilihan 1 bulan atau 2 bulan.

Jika berinvestasi melalui pengembang tentu dapat memilih cash bertahap. Umumnya dimulai dari 12, 18, 24 hingga 30 bulan. Atau dengan menggunakan bantuan bank KPR.

Umumnya untuk kpr Down Paymen yang dibutuhkan mulai dari 15 hingga 30%. Tergantung kebijakan LTV dari masing masing bank.

 

Membandingkan Pembiayaan Porperti

Jika selisih suku bunga deposito dengan KPR di atas 5% maka baiknya anda menggunakan hard cash dalam membeli properti. Atau menggunakan KPR dengan down payment sebesar 50% dan maksimal tenor 5 tahun.

Jika perbandingan suku bunga kpr degan deposito antara 3% – 5% maka beli dengan menggunakan pembayaran bertahap. Contoh: bunga KPR 13% bunga deposito 9%. Alternatif lainnya anda bisa menggunakan Kpr dengan pinjaman maksimal adalah 50% dari nilai properti yang ingin dibeli dengan tenor 5 hingga 10 tahun.

Apabila selisih suku bunga berada dibawah 3% antara deposito dengan KPR. Maka anda bisa membelinya secara kredit dengan tenor 15 hingga 20 tahun.

Suku Bunga Fixed

Merupakan suku bunga yang dilock oleh bank untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. Pada saat kondisi ekonomi tidak menentu ambilah dengan menggunakan fixed rate. Jika terjadi lonjakan suku bunga maka anda tidak terbebani dengan cicilan setiap bulannya.

Floating Rate

Jika trend 5 tahun kedepan suku bunga menurun, maka anda dapat menggunakan floating rate agar dapat bunga yang lebih rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
%d bloggers like this: